Pondok Muhammadiyah Darul hikmah telah berdiri sejak tahun 1996 yang dikelola oleh alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shobran universitas Muhammadiyah Surakarta. Diawali oleh keprihatinan Bapak Sukino Sesepuh Muhammadiyah purbolinggo, yang melihat terjadinya kelangkaan kader yang mampu memberikan ceramah agama atau khotib jum'at yang kreatif. Dua orang alumni Abdillah Wijaya dan M Nashihul Amin yang lulus dari Pondok HNS UMS tahun 1994. Keduanya berasal dari Jawa timur, tepatnya Pasuruan dan Gresik yang ditarik oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah purbolinggo untuk mengelola / mendirikan pondok.
Bermula dari rumah tua di depan masjid tua bermulalah pendidikan pondok yang diikuti oleh para guru agama islam di kecamatan purbolinggo, lalu berkembanglah pondok dengan asrama sederhana, terbuat dari kepingan papan sederhana. Lalu sedikit demi sedikit berkembang manjadi sebuah pondok yang kini dihuni oleh 65 santri mukim dari berbagai kecamatan dan kabupaten di luar lampung timur.
Pondok Muhammadiyah Darul Hikmah menerapkan pendidikan non formal pada pagi, sore dan malam hari. Siang hari mereka belajar sekolah formal di luar pondok dengan jarak sekitar 1 km. Pendidikan pondok meliputi nahwu, sharaf, bhs arab, fikih, ushul fikih, hadits dan lain-lain.
Sistem asrama tidak lagi menggunakan karpet sebagai alas tidur, tetapi sudah menggunakan dipan / ranjang kayu. Hal ini untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Memberikan kenyamanan bagi santri dan mencegah timbulnya berbagai penyakit.