Minggu, 30 Agustus 2015

Dukung Petisi Din Syamsuddin tentang Climate Change and Global Warming


Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin ditunjuk oleh Religions for Peace International utk mewakili Islam menggalang dukungan utk Petisi kepada Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Presiden RI Jokowi tentang Climate Change and Global Warming. Hal ini merupakan bagian dari Gerakan Moral Agama-agama Samawi. Mewakili Yahudi adalah Rabbi David Roshen (Rabbi dari Jerussalem), mewakili Kristen Kardinal John Oyainaken (Archbishop of Abuja), dan mewakili Islam ditunjuk mantan Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ketika dihubungi redaksi, Prof Din Syamsuddin, mengharapkan warga persyarikatan untuk dapat ikut mendukung dengan ikut mengisi petisi online, dengan alamat website http://chn.ge/1TbQC5g
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah menambahkan, bahwa perubahan iklim merupakan  salah satu tantangan moral terbesar di zaman kita saat ini. Perubahan iklim mengancam keselamatan bumi dan kehidupan umat manusia, juga mengancam masa depan anak-anak dan semua makhluk yang kita sayangi. Sudah waktunya bagi kita untuk bangkit menyadari hal ini dan melakukan tindakan bersama -- baik pada tingkat lokal, nasional, dan global -- juga dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebagai warga bumi yang didorong oleh keimanan dan nilai-nilai moral, kami menyadari bahwa adalah kewajiban mendesak untuk bertindak menghadapi perubahan iklim.

Rabu, 08 April 2015

Pembangunan Pondok

Pembangunan asrama putri sudah mencapai 80%.Lantai 2 yang direncanakan mendekati sempurna. Alhamdulillah berkat hidayah allah melalui tangan tangan dermawan. Walau terkadang ngos ngosan. Napas terasa tersendat mengingat target harus selesai dalam waktu dekat. Namun adana belum tersedia. Memang masih mengalir namun masih jauh dari apa yang kita harapkan. Kini proses pengeramikan di lantai 1 dan 2 swdang berlangsung. Target kami tahun ajaran baru telah bisa ditempati baik lantai 1 maupun lantai 2. Bila hal itu terwujud maka asrama santri putri mampu menampung sekitar 100 siswa. Artinya hasrat masyarakat untuk memasukkan santrinya ke pondok akan terpenuhi. Bahkan bila dipaksakan akan amampu menampung sekitar 150 santri putri. Hal ini dengan nenafaatkan ruang kelas untuk dijadiakan asrama sebagaiamana selama ini telah dilakukan saat pembangunan asrama putri. Pada sisi lain pembangunan asrama santri putra juga terus mendesak jntuk dilakikan. Ahal ini terjadi karena kapasitas asrama santri putra sudah over loaded. Maka mau tidak mauh harus segera merencanakan untuk membangun asrama laintai 2. Hal ini agar asrama putra juga mampu nenampung 150 santri dengan asrama yang layak. Maka setingan pembangunan adalah membuat lantai dua gedung taman kanak-kanak milik aisyiyah diperuntukkan sebagai relokasi santri putra selama dalam penbangunan asrama. Maka diperlukan dana yang luar biasa besarnya. Sebab ternyata harus membangun gedung dua unit untuk masing masing lantai 2. Inilah yang menjadi kendala kami karena dana belum terganbar sama sekali dari mana harus mendapatkannya. Padalah dalam jangka panjang juga harus merelokasi gedung tk agar mendapatkan lokasi yang strategis dan bangunan yang layak untuk gedung tk.

Senin, 30 Maret 2015

Donatur

Powered byEMF Online HTML Form

Opini

Powered byEMF Online HTML Form

Minggu, 22 Maret 2015

bio data alumni

Powered byEMF Contact Form

Kamis, 23 April 2009

Allah Maha Besar

Allah Maha Besar


Gemuruh hempasan angin menderu-deru
Seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu
Hati bergetar api seolah bergejolak di dalam dada
Aku tak sanggup sungguh tak sanggup
Ya Robbi

Apakah ini jalan Mu
Apakah ini bukti kekuasaan Mu
Esa Mu membentengi jiwa ku
Membuat ku teguh pada iman ku

Syahadat janji yang membelenggu
Jauh-jauh di atas kesadaranku
Meremehkan bahkan
Melupakan akad ku sendiri

Maafkan aku Ya Allah
Kusujudkan hati
Hanya kepada Mu Ya Robbi

Hai anak Adam
Serukanlah Asma Allah
Hentakkanlah bumi ini
Dengan kejujuran
Karisma dan takbir


KARYA: ZAHRA ERLANI R

Jumat, 03 April 2009

PROFIL PONDOK

Pondok Muhammadiyah Darul hikmah telah berdiri sejak tahun 1996 yang dikelola oleh alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shobran universitas Muhammadiyah Surakarta. Diawali oleh keprihatinan Bapak Sukino Sesepuh Muhammadiyah purbolinggo, yang melihat terjadinya kelangkaan kader yang mampu memberikan ceramah agama atau khotib jum'at yang kreatif. Dua orang alumni Abdillah Wijaya dan M Nashihul Amin yang lulus dari Pondok HNS UMS tahun 1994. Keduanya berasal dari Jawa timur, tepatnya Pasuruan dan Gresik yang ditarik oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah purbolinggo untuk mengelola / mendirikan pondok.
Bermula dari rumah tua di depan masjid tua bermulalah pendidikan pondok yang diikuti oleh para guru agama islam di kecamatan purbolinggo, lalu berkembanglah pondok dengan asrama sederhana, terbuat dari kepingan papan sederhana. Lalu sedikit demi sedikit berkembang manjadi sebuah pondok yang kini dihuni oleh 65 santri mukim dari berbagai kecamatan dan kabupaten di luar lampung timur.
Pondok Muhammadiyah Darul Hikmah menerapkan pendidikan non formal pada pagi, sore dan malam hari. Siang hari mereka belajar sekolah formal di luar pondok dengan jarak sekitar 1 km. Pendidikan pondok meliputi nahwu, sharaf, bhs arab, fikih, ushul fikih, hadits dan lain-lain.
Sistem asrama tidak lagi menggunakan karpet sebagai alas tidur, tetapi sudah menggunakan dipan / ranjang kayu. Hal ini untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Memberikan kenyamanan bagi santri dan mencegah timbulnya berbagai penyakit.