Kamis, 23 April 2009

Allah Maha Besar

Allah Maha Besar


Gemuruh hempasan angin menderu-deru
Seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu
Hati bergetar api seolah bergejolak di dalam dada
Aku tak sanggup sungguh tak sanggup
Ya Robbi

Apakah ini jalan Mu
Apakah ini bukti kekuasaan Mu
Esa Mu membentengi jiwa ku
Membuat ku teguh pada iman ku

Syahadat janji yang membelenggu
Jauh-jauh di atas kesadaranku
Meremehkan bahkan
Melupakan akad ku sendiri

Maafkan aku Ya Allah
Kusujudkan hati
Hanya kepada Mu Ya Robbi

Hai anak Adam
Serukanlah Asma Allah
Hentakkanlah bumi ini
Dengan kejujuran
Karisma dan takbir


KARYA: ZAHRA ERLANI R

Jumat, 03 April 2009

PROFIL PONDOK

Pondok Muhammadiyah Darul hikmah telah berdiri sejak tahun 1996 yang dikelola oleh alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shobran universitas Muhammadiyah Surakarta. Diawali oleh keprihatinan Bapak Sukino Sesepuh Muhammadiyah purbolinggo, yang melihat terjadinya kelangkaan kader yang mampu memberikan ceramah agama atau khotib jum'at yang kreatif. Dua orang alumni Abdillah Wijaya dan M Nashihul Amin yang lulus dari Pondok HNS UMS tahun 1994. Keduanya berasal dari Jawa timur, tepatnya Pasuruan dan Gresik yang ditarik oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah purbolinggo untuk mengelola / mendirikan pondok.
Bermula dari rumah tua di depan masjid tua bermulalah pendidikan pondok yang diikuti oleh para guru agama islam di kecamatan purbolinggo, lalu berkembanglah pondok dengan asrama sederhana, terbuat dari kepingan papan sederhana. Lalu sedikit demi sedikit berkembang manjadi sebuah pondok yang kini dihuni oleh 65 santri mukim dari berbagai kecamatan dan kabupaten di luar lampung timur.
Pondok Muhammadiyah Darul Hikmah menerapkan pendidikan non formal pada pagi, sore dan malam hari. Siang hari mereka belajar sekolah formal di luar pondok dengan jarak sekitar 1 km. Pendidikan pondok meliputi nahwu, sharaf, bhs arab, fikih, ushul fikih, hadits dan lain-lain.
Sistem asrama tidak lagi menggunakan karpet sebagai alas tidur, tetapi sudah menggunakan dipan / ranjang kayu. Hal ini untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Memberikan kenyamanan bagi santri dan mencegah timbulnya berbagai penyakit.

Alumni PMDH bangkitlah

Wahai para alumni pondok darul Hikmah, bangkitlah menyongsong masa depan. Janganlah berkecil hati. Setiap tingkah laku kalian yang didasari oleh iman dan taqwa akan membawa anda menuju keridloaan Allah. Syarat utama adalah kesabaran dan tawakal. Dua kata yang mudah diucapkan tetapi berat untuk dilakukan. Pondok selalu menanti perhatian besar anda. Sekecil apapun peran pondok dalam perkembangan pribadi anda, tentu telah memberikan warna dalam proses kedewasaan yang kini anda dapati.
Ditengah krisis yang berepanjangan janganlah menjadi pribadi anda yang rentan. bak kerupuk. Tegang pada satu waktu namun mlempem ketika harus berhadapan dengan air. Plentung pes ! Pondok menanti perhatian besar dan peran anda, walau sekedar lewat dengan meninggalkan kepulan asap knalpot.

Kamis, 02 April 2009

PEMBANGUNAN ASRAMA SANTRI DUA TINGKAT

Perjalanan Pondok Muhammadiyah Darul Hikmah tidak terasa sudah memasuki tahun ke 13, banyak hal yang sudah dilakukan, namun masih terasa sedikit hasil yang tercapai. Berbagai ujian telah terlewati, namun banyak hal yang belum terselesaiakan. Kini dengan santri yang berasrama berjumlah 65 orang, asrama yang ditempati terasa penuh. Hal ini karena Pondok telah merubah kebijakan, dari tempat tidur yang beralaskan karpet menjadi tempat tidur yang menggunakan ranjang. Maka kamar menjadi terbatas. Tidak fleksibel seperti ketika tidak memakai ranjang/dipan. Satu kamar praktis hanya mempu dihuni oleh 4 orang, tidak lebih.
Kebijakan ini diputuskan agar santri tidak lagi memiliki kendala terhadap hawa yang dingin. Memberi kenyamanan lebih, guna memaksimalkan proses belajar mengajar. pada sisi lain agar tidak menimbulkan image bahwa pondok pasti kumuh, jorok dan semrawut. Kesehatan tidak terjaga dan berbagai stetemen negatif lainnya.
Atas dasar hal tersebut, mengingat peminat pendidikan pondok semakin meningkat maka pimpinan Pondok berusaha untuk membangun asrama santri lantai 2. Artinya asrama yang ada akan ditingkatkan menjadi 2 lantai, baik asrama putra maupun asrama putri. Hal ini sesungguhnya tidak terlalu menyulitkan mengingat konstruksi asrama yang sekarang ada telah dibuat untuk konstruksi dua lantai, namun kendala utama adalah dana besar ayang belum mampu dikumpulkan. Usaha yang sekarang dilakukan baru mampu mengumpulkan dana sebesar Rp. 15 juta rupiah, padahal dana yang dianggarkan hampir mencapai 150 juta rupiah. Lalu dari mana solusinya ? Maka kami berharap para pengunjung blog ini mampu memberikan solusi masalah pendanaan tersebut. Kami tunggu bantuan saudara dan semoga Allah memberikan ganti yang berlipat, Jazakallah khairan katsiro. Trims.